Bitter. Sweet. Sour. Spicy.


Ada satu makhluk yang:

• Kalau ada ibu kasih ASI Eksklusif tapi anaknya ga gemuk,

Langsung dibilang ibu yang ga baik.

Katanya: “tega banget ya anaknya jadi kurus demi predikat ASI eksklusif. Mbok ya dikasih sufor atau ambil donor asi aja.”

• Kalau ada ibu kasih sufor, apalagi masih dibawah 6 bulan,

Langsung dibilang ibu yang ga baik.

Katanya: “tega banget ya anaknya udah dikasih sufor. Mbok ya usaha lebih keras. Makan dan minum yang banyak. Susu terbaik buat bayi kan ASI.”

• Kalau ada ibu yang kasih makanan padat dengan dihaluskan dan disuapi,

Langsung dibilang ibu yang ga baik.

Katanya: “tega ya kasih makanan yang udah ga ada gizinya. Semua seratnya kan hancur kalo diblender. Anak juga jadi ga belajar mengunyah. Ga kenal rasa karena semua bahan makanan dicampur jadi satu.”

• Kalau ada ibu yang kasih makanan padat dengan metode baby-led weaning,

Langsung dibilang ibu yang ga baik.

Katanya: “tega ya kasih makanan utuh-utuh gitu. Kalo keselek gimana? Lagian ga kemakan juga sama anaknya, gimana nutrisinya mau bagus?”

• Kalau ada ibu yang kasih gadget ke anaknya,

Langsung dibilang ibu yang ga baik.

Katanya: “tega ya, anaknya jadi ga berkembang motoriknya. Potensi jadi anti-sosial juga.”

• Kalau ada ibu yang sering ajak anaknya main keluar,

Langsung dibilang ibu yang ga baik.

Katanya: “tega ya, lagi musim sakit begini malah sering diajak keluar. ”

• Kalau ada ibu yang bekerja di kantor,

Langsung dibilang ibu yang ga baik.

Katanya: “tega ya, lebih sayang duit daripada anak.”

• Kalau ada ibu yang memilih jadi ibu rumah tangga,

Langsung dibilang ibu yang ga baik.

Katanya: “tega ya, sekolah mahal. Masa hanya ngandalin suami? Percuma juga sekolah tinggi, ujungnya cuma di rumah.”

• Kalau ada ibu yang memilih kasih obat untuk sakit ringan,

Langsung dibilang ibu yang ga baik.

Katanya: “tega ya, cuma begitu aja dikasih obat macem-macem. ”

• Kalau ada ibu yang memilih untuk tidak kasih obat,

Langsung dibilang ibu yang ga baik.

Katanya: “tega ya, udah sakit tetap ga dikasih obat.”

Makhluk paling jahat itu, biasa disebut

IBU / MAMA / BUNDA / MAMI / UMMI

Ya.

Kita, sesama ibu, kadang menjadi makhluk jahat yang suka nyinyir kepada sesama ibu. Hanya karena keputusan mereka berbeda dengan kita dalam hal membesarkan anak.

Tapi makhluk lain juga begitu!

Betul. Makhluk lain juga begitu. Ketika ada yang tidak sepaham sejalan, mereka akan menjatuhkan pihak yang berseberangan demi menasbihkan bahwa pendapat mereka paling benar.

Tapi ibu seharusnya tidak begitu.

Karena ibu pengaruhnya besar sekali. Ke anak dan juga ke suami.

Ibu seharusnya menjadi yang paling mengerti, bahwa setiap manusia memiliki karakter sendiri-sendiri. Anak-anak yang berasal dari sel sperma & sel telur yang sama dan dikandung dalam rahim yang sama saja pasti berbeda karakternya.

Selama seorang ibu berbahagia dengan pilihannya dalam membesarkan anak(-anak)nya, maka biasanya ibu tersebut akan menghasilkan anak yang berbahagia pula. Ibu yang bahagia akan membuat suami bahagia juga karena suasana di keluarga akan terasa menyenangkan.

Kita butuh lebih banyak orang bahagia. Dimulai dari kita, para ibu. Mari bekerjasama untuk menciptakan generasi yang berbahagia.

Ibu yang kasih ASIX tetapi anaknya tetap kurus? Ya mungkin memang genetikanya begitu.

Ibu yang kasih sufor? Ya mungkin memang ada masalah dengan ASInya sehingga butuh dibantu daripada anaknya kehausan.

Ibu yang kasih makanan halus? Ya mungkin cara itu yang bikin anaknya mau makan.

Ibu yang kasih makanan padat? Ya mungkin memang anaknya lebih senang memegang dan memasukkan makanannya sendiri.

Selalu ada alasan di balik keputusan seorang ibu. Tapi setiap alasan itu pasti pilihan terbaik yang bisa diambil. Dan kalaupun itu bukan pilihan terbaik, ya biarkan saja. Selama tidak menyakiti seseorang, dukunglah keputusan semua ibu yang kita kenal.

Menjadi ibu adalah sebuah perjalanan bersama anak-anak. Anak sendiri, bukan anak orang lain.

Menjadi ibu adalah sebuah proses belajar untuk menjadi lebih baik lagi dan lagi. Bukan sebuah kompetisi yang memperebutkan piala dan trofi.

Saya pun termasuk makhluk jahat yang kadang suka membandingkan pola asuh sesama ibu. Maka seperti biasa, tulisan ini saya buat sebagai pengingat; Pengingat untuk menjadi ibu yang selalu bahagia.

Advertisements

Siapa mamak yang ga tega ngeliat anak bayinya ngeden sekuat tenaga tapi pupnya keras ga bisa keluar?

*SAYAAAA*

Kedua anak gw ditakdirkan untuk mengalami sembelit beberapa kali. Si kakak sembelit awal karena ga cocok sama sufor. Lalu setelah MPASI, dia selalu sembelit kalo makan pepaya dan pir. Agak anomali mengingat kedua buah tersebut biasanya malah melancarkan pencernaan.

Nah sekarang si adek juga setali tiga uang. Pasca MPASI, dia udah 3x sembelit. Sembelit pertama itu pas awal makan. BAB tiap hari, tapi yang keluar cuma seukuran kelingking dia dan itu pun pake ngeden. Akhirnya setelah beberapa hari, gw kasih microlax supp. Ya ampun ga teganyaaa.. Pas dikasih, itu sampe keringet dingin dan nangis kejer. Feses yang keluar pun ada sedikit darah.

Sembelit kedua itu setelah 4 hari ga BAB. Pas hari ke 5 gw bawa ke dokter, sekalian konsul kakaknya yang sesak nafas. Diresepin Laxadine. Nah ini lebih mendingan. Efeknya memang ga secepat Microlax, tapi BABnya lancar dan tuntas. Sepertinya Laxadine ini lebih cocok buat si adek dalam hal melunakkan fesesnya.

Awal minggu ini, si adek kembali sembelit. Pas hari ketiga ga BAB, dia ngeden dan gw lihat fesesnya keras jadi ga bisa keluar. Gw udah tergoda untuk kasih Laxadine lagi, tapi di satu sisi kepikiran efek sampingnya karena obat pencahar can leads to diarrhea. Akhirnya gw cuma semprotin VCO ke anusnya pas dia lagi ngeden. Semacam kasih pelumas gitu lah biar gampang keluar. Ngeden pertama masih ga berhasil. Gw tungguin sekitar 10 menit sambil semprotin VCO setiap lubang anusnya kebuka. Selang 2 jam-an deh, dia ngeden lagi. Alhamdulillah, berhasiiilll! Ga pake nangis dan fesesnya keluar sampai tuntas!

Lumayan lah.. Jadi punya alternatif lain untuk membantu mengatasi sembelit bayi selain minum obat. Oh iya, gw juga pake essential oil TummyGize untuk menyamankan si adek. Pokoknya kalo udah sehari ga BAB, langsung oles! 😄

Terus, penyebab sembelitnya apa dong?

Kalo yang pertama sih kayaknya proses adaptasi nerima makanan padat. Walaupun cuma puree buah dan udah diencerkan sedemikian rupa, ternyata ya masih bisa kejadian juga sembelit ini. Bisa jadi juga porsi yang gw kasih kebanyakan. 😅 Ya gimana dong, anaknya juga doyan! 😆

Kalo yang kedua, curiganya karena mulai masuk karbo dan sayur. Semacam kelebihan serat gitu deh. Dan lagi-lagi, kayaknya kelebihan porsinya. 🙈

Sembelit yang terakhir bisa jadi karena pengenalan protein. Dan menu makannya juga udah karbo+sayur+protein. Teksturnya juga udah naik jadi makanan saring dan bukan blender lagi.

Ini menu MPASI adek sampai kemarin:

*yang dicoret pake spidol merah itu hari-hari dia ga BAB

**semua makanan disajikan dengan tambahan EVCO atau EVOO Semoga perjalanan makan adek semakin mulus dan semakin jarang sembelit. Aamiin! Yang paling penting, semoga bebas GTM sampai kapan puuunn! 🎉🎉


Gara-gara Puty, aku jadi pengen ikutan sharing tentang buku parenting yang aku baca. Untuk hestek #ModyarHood , bisa dibaca di blognya Puty yaaa..

Menurutku, buku parenting cukup penting! Abis gimana dong? Jadi orangtua kan ga ada sekolahnya, makanya aku harus cari-cari ilmu/informasi sendiri.

Buku parenting pertama yang aku beli kalo ga salah tentang kesehatan anak. Pembahasannya seputar sakit yang umum dialami anak, stimulasi tumbuh kembang hingga buku MPASI.

Lalu ada juga buku parenting yang membahas tentang hubungan orangtua-anak. Ada yang dilihat dari sisi psikologis dan ada juga yang dari sisi agama.

Belakangan, aku lagi baca buku parenting yang mengulik lebih jauh tentang metode belajar. (Maafin yaa ada buku yang kefoto 2x.. hahahaha)

Kenapa baca buku? Kenapa ga pake internet aja yang lebih praktis? Hmm.. Ini agak susah dijelasinnya, karena aku dari kecil memang hobi baca. Tapi yang jelas, dengan punya buku, aku jadi bisa baca berulang-ulang kapanpun aku mau. Terbukti, beberapa buku aku beli pas si kakak bayi, eh sekarang masih relevan isinya untuk diterapkan ke si adik.

Sebenarnya ga tau sih, apakah buku-buku di atas termasuk dalam kategori parenting. Tapi yang jelas, buku-buku itu membantu perjalananku dalam membesarkan anak-anak. So yeah, let’s make it count aja ya! *maksa*

Yang bikin sedikit modyaarr sekarang adalah membagi waktu untuk 2 anak beda usia ini. Kadang pengen aplikasi-in ilmu buat kakak tapi waktunya masih tersita buat adik. And vice versa.

Bismillah aja deh, semoga sedikit-sedikit bisa menjadi ibu yang lebih baik buat anak-anak melalui ilmu dari buku-buku yang dibaca. Kalo ada yang punya rekomendasi buku lain, mau banget dong masukannyaaaaa..


Bisa jadi, hidup yang kau keluhkan hari ini adalah apa yang sangat diinginkan oleh orang lain.



Gw lupa siapa yang nulis kalimat di atas, tapi hari ini tiba-tiba terlintas di ingatan gw.

Kenapa?

Alhamdulillah, 2 bulan terakhir ini anggota keluarga gw pada gantian sakit. Beneran gantian TIAP MINGGU. Dari gw, kedua anak gw sampe nyokap gw yang bahkan sampe harus dirawat di RS.

Badan rasanya rontok. Banget. Hari ini bahkan ditambah dengan ART yang minta izin ga masuk kerja karena anaknya harus dirawat di RS. Kondisinya, si adek batpil heboh, kakak masih batuk tapi udah bisa sekolah dan gw sendiri masih batuk. Suami? Alhamdulillah, lembur. 😌

Makan cuma masak spaghetti karena itu yang paling praktis. Sayur mengandalkan daun selada + kewpie wijen (#BeliBukanEndorse). Oh! Sama sarden kalengan yang ditambah irisan cabe rawit. Kenapa ga pesan antar? Ya gpp, biar irit aja. #halah

Tapi kembali ke quote di atas, mungkin di luar sana banyak sekali orang yang ingin berada di posisi gw saat ini.

Mereka yang telah kehilangan ibunya mungkin ga akan keberatan badannya rontok karena harus jaga di RS.

Mereka yang belum punya keturunan pasti mau repot beresin bekas muntah lendir bayi yang batpil. Pun mau repot-repot antar anak sekolah meskipun bayi yang sakit harus sekalian diangkut karena ga ada yang jagain.

Mereka yang punya anak sakit keras pasti akan merasa jauh berkurang bebannya jika sakit anaknya bisa berubah jadi “sekedar” batpil.

Mereka yang suaminya masih berjuang mencari pekerjaan pasti lebih senang kalau ada di posisi gw yang suaminya harus lembur.

ART ga masuk? Alhamdulillah badan gw masih sempurna untuk ngerjain semua sendiri. 

So, badai pasti berlaluuuuuu ~~

*pat my own back*

Jangan mengeluh, jalanin aja, karena di keyakinan gw, musibah/ujian/sakit yang dijalani dengan ikhlas bisa jadi penggugur dosa.

Gw nulis ini untuk menjadi pengingat jika suatu saat gw mulai lupa. Bahwa — mungkin — hal yang gw keluhkan adalah hal yang orang lain impikan. Supaya gw lebih pandai bersyukur. Dan lebih pandai bersabar.


Disclaimer: bukan postingan berbayar meski memang makannya karena diundang alias gratis.

08.09.17 jam 22.00.

Gw baru mau siap-siap tidur setelah tadi nyobain HolyNasgor.

Apa itu?

HolyNasgor adalah bayi Holycow Group yang baru lahir. Konsepnya adalah All You Can Eat dan makanannya adalah (udah jelas) NASI GORENG. Cukup bayar Rp 35.000,- kita bisa pilih mau menikmati nasgor ati ampela, ayam, bakso atau ikan peda. Kalo seporsi dirasa belum cukup, boleh nambah lagi. Kalo udah nambah masih laper? Ya pesen lagi aja. Begitu terus sampe lo mengibarkan bendera putih tanda udah ga sanggup lagi. 😆

Iya, sekali bayar, bisa makan sepuasnya. Bahkan ada paketan Rp 40.000,- bisa makan nasgor + minum teh sepuasnya.


Gw tadi nyobain NasGor Ikan Peda dan Bakso. Iya, 2 porsi 🙈 Maklum aja ya, namanya juga Busui 😝

Basically, NasGornya rasanya enak. Tapi NasGor Ikan Peda SUNGGUH JUARA! Persis kayak NasGor abang-abang versi lebih higienis! Ternyata, seperti resto lain di HolycowGroup, menu andalan NasGor Ikan Peda adalah nasgor yang biasa dimasak Chef Afit di rumah.

Untuk suasana restonya juga asik. Kita bisa denger suara nyaring penggorengan, persis kayak kalo lagi nunggu nasgor tektek di depan rumah. Di situ juga ada kerupuk putih & kerupuk bawang serta acar. Menurut gw, cocok banget buat kongkow lama-lama. Oia, di bawah setiap meja ada gantungan buat tas! Sepele tapi menyenangkan buat para wanita! 😝

Untuk sementara, lokasinya baru ada di Bintaro, tepatnya di lantai atas Holycow Bintaro. Buat yang mau coba, silakan cuusss kesana! 🙂

Sukses terus, Mas Afit & Mba Lucy! 😘


Alhamdulillaaahh..
Akhirnya #adekuat telah lahir dengan selamat sempurna pada hari Senin tanggal 5 Juni 2017. Proses kelahiran yang cukup dramatis dengan 3 kali induksi, dipecahin ketuban ketika bukaan 4, lalu waktu yang sangat singkat yakni 19 MENIT dari bukaan 4 hingga akhirnya #adekuat meluncur keluar melalui persalinan normal, membuat momen perjumpaan pertama kami begitu mengharukan.

 

Dulu, pas kakaknya lahir, dia bisa langsung diletakkan di dada gw untuk kemudian dilakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Kali ini, si #adekuat – yang kini bisa kita panggil dengan nama Beinka — hanya bisa diletakkan di perut karena ternyata tali plasentanya pendek. Itu juga yang membuat dia sulit untuk keluar walaupun sudah diinduksi 3 kali. Setelah tali plasenta dipotong, barulah gw bisa mendekap dia untuk pertama kalinya.

 

IMD dilakukan selama 2 jam hingga akhirnya Beinka dibawa ke ruang bayi untuk dibersihkan dan ditimbang. Selama IMD, Beinka Alhamdulillah udah pintar latch-on ke payudara gw. Semakin bahagia lah gw karena InsyaAllah, perjalanan untuk mengASIhi sudah dimulai dengan baik.

 

Setelah itu gw balik ke kamar perawatan dan beberapa jam kemudian, Beinka menyusul untuk rooming-in. ASI gw belum keluar tapi gw masih tenang karena waktu kakaknya pun ASI gw baru keluar setelah 48 jam.

 

Fase neonatal yaitu 28 hari pertama setelah bayi dilahirkan, merupakan masa paling krusial dalam kehidupan seorang bayi karena tubuhnya sedang mengalami perkembangan dan mengalami perubahan lingkungan yang sangat drastis, sehingga tubuhnya sangat rentan. Ini juga yang terjadi sama Beinka.

 

Pagi berikutnya, gw dapet kabar ga enak: hasil lab Beinka menunjukkan tanda infeksi sehingga harus dikasih antibiotik selama 3 hari. Yang bikin lebih sedih, selama pemberian antibiotik, Beinka ga boleh rooming-in dan harus dirawat di NICU. Sedih udah pasti, tapi gw mencoba tetap ikhlas karena gw ga mau ASI gw terpengaruh. Alhamdulillah, ASI keluar pas 24 jam dan gw diijinkan untuk tetap menyusui langsung.

 

Selama Beinka di NICU, gw bisa dibilang cuma numpang mandi dan makan di kamar perawatan. Tidur juga seadanya karena ga jarang gw ketiduran di kursi ruang NICU setelah menyusui. Seringnya Beinka ga mau ditaro setelah menyusui, jadi gw bisa gendong dia sampe 3 jam semata untuk kasih dia kenyamanan.


 Ternyata, ini alasannya:

Alhamdulillah, hari Jumat, hasil lab Beinka sudah bagus dan dia dibolehkan pulang. YEAAYYY!! Ya walaupun hari itu bilirubinnya 13 (batas normal 12), Beinka tetap dibolehkan pulang dengan catatan gw harus kasih banyak minum dan kalau dia tampak makin kuning, gw harus segera kembali ke RS untuk tes bilirubin dan kemungkinan harus terapi sinar.

 

Berbeda dengan kakaknya dulu, kali ini gw benar-benar pegang anak sendiri sejak pulang ke rumah. Dulu gw masih ada nyokap yang standby bantuin gw mulai dari mandi sampe ngajak jalan keliling kompleks. Entah kenapa, dari semua ilmu menangani bayi, yang paling melekat di gw ya momen mandiin bayi.

 

Nyokap gw mencontohkan bahwa sebelum mandiin bayi, sebaiknya kita pijit dulu menggunakan baby oil. Urutan pijitnya: kaki – perut – punggung – tangan – muka. Kenapa dari bawah ke atas? Kata nyokap sih, kalo dari atas ke bawah, kemungkinan bayi “nelen” minyak pijitnya lebih besar. Karena tangan mereka kan pasti gerak-gerak tuh! Jadi biar aman, dari bawah ke atas. Tapi kalo mau dari muka dulu juga gpp sih. Bebaaassss.. Senyamannya kita aja! Oia, selama dipijit kalo bisa bayinya diajak ngobrol atau dinyanyiin. Nyokap gw seneng banget mijit bayi. Ternyata menurut studi yang dipublikasi majalah TIME, pijit bayi itu selain berguna buat bayinya, berguna juga buat yang mijit karena akan menstimulasi munculnya hormon oksitosin. Nah, buat para busui penting banget nih supaya ASI lancar dereeeeesss berlimpah!

 

Terus manfaatnya buat bayi apa?

 

Gw pikir pijit bayi itu hanya untuk ngilangin pegel karena kelamaan tidur atau kelamaan digendong. Ternyata it is sooo much more than that!

1. Pijat di bagian perut bisa meningkatkan kinerja saluran pencernaan. Yang paling terkenal adalah pijit I-L-U (go youtube!) yang biasa dilakukan ketika bayi sembelit atau kembung.

2. Bayi yang dipijat akan memiliki kualitas tidur yang lebih baik dan cenderung tidur lebih lama.

3. Pijatan bisa meningkatkan imunitas tubuh. Gimana caranya? Bayi yang dipijat hormon stressnya akan menurun. Jika dia tidak stress, dia akan sehat!

4. Bayi akan jadi lebih bahagia karena sejatinya sentuhan lembut itu bersifat menenangkan untuknya.

 

Setelah dipijt, baru deh dimandiin. Kalau biasanya bayi dimandikan dengan air hangat. Beinka pake air suhu ruangan karena dia agak sensitif sama suhu panas. Dia akan nangis ketika pertama gw bilas dan gw kasih sabun seluruh badannya, tapi setelah gw masukin ke bak, dia akan langsung kecipak kecipuk kayak lagi berenang di perut emaknya.

 

Untuk kegiatan pijat memijat gw pakai Johnson’s Baby Oil, sementara untuk mandi gw pakai Johnson’s Head-to-Toe. Kenapa gw pakai kedua produk tersebut? 

Sederhananya: karena gw dulu juga pake itu pas masih bayiiiiii! Produk yang sudah bertahan begitu lama pasti udah jelas lah ya kualitasnya!

Nah, selain kualitas yang sudah tidak diragukan lagi, sekarang Johnson’s sedang mengadakan program Sentuhan Penuh Harapan, dimana dengan pembelian minimum Rp 25.000,- produk JOHNSON’S® Baby jenis apapun di seluruh gerai Alfamart di Indonesia, JOHNSON’S® Baby akan mendonasikan Rp 500,- ke Save the Children. Asik kan? Anak bersih dan sehat, orangtua dapat pahala karena sudah memberikan kesempatan kepada bayi yang kurang beruntung di Indonesia untuk hidup, tumbuh dan melihat dunia!

 

Sekarang di usia 6 minggu, Alhamdulillah Beinka sehat wal afiat tanpa ada gejala infeksi lanjutan. Kuningnya pun sudah hilang. Setelah tahu manfaatnya, gw akan makin semangat untuk pijitin dia supaya senantiasa jadi bayi yang kuat imunitasnya. Biar ASI gw yang kejar tayang ini juga makin lancaaaarrr karena hormon oksitosin terproduksi terus-menerus.

 

Semoga pelukan dan sentuhan kita bisa bikin anak-anak selalu sehat dan bahagia yaaaa.. Aamiin aamiin aamiin!

 

Untuk informasi lebih lanjut tentang program ini, silakan cek akun media sosial resmi dari Johnson’s Baby yaitu @johnsonsbaby_id (Instagram), @JohnsonsBaby_ID (Twitter) dan https://www.facebook.com/JohnsonsBabyIndonesia (Facebook)


Hari ini (dan beberapa hari sebelum ini, jelang bulan Ramadhan), salah satu WAGroup ibu-ibu ramai dengan pembahasan infal babysitter dan ART. Gw pun lumayan shock ketika tahu rate mereka. Harganya variasi antara 150 – 300 ribu PER HARI dan minimal kontrak kerjanya adalah 10 hari. Basically, perhitungan rate harian adalah 10% dari gaji bulanan mereka. 

Yang menarik, infalan ternyata ga melulu orang baru yang akan menggantikan pekerja tetap di rumah kita. Bisa aja orangnya sama alias pekerja tersebut ga mudik, tapi kita dikenakan tarif infalan. Nah, buat mereka-mereka ini, pas gajian akan dapat: 1x gaji + 10 hari gaji infal (setara dengan 1x gaji) + THR (1x gaji kalo udah diatas 1 tahun, prorata kalo dibawah 1 tahun).

Intinya: BANYAK YAAAA YANG HARUS DIBAYAAARR 😅😅😅😅

Misalnya gaji babysitter sekarang rata-rata 3 juta aja, berarti si majikan bisa keluarin dana 9 juta hanya untuk bayar mereka. Itu baru 1 babysitter. Belum kalo ditambah ART atau BS-nya ada lebih dari 1 orang.

Kesimpulannya, kepada para suami, sudah ngerti ya harus kasih THR berapa ke para istri yang udah rela resign dari karirnya demi urus anak dan rumah dan suami? 😝

*postingan “ada udang di balik bakwan” banget ga siiiihh? 😂

Catch me on..

  • RT @anggasasongko: Teman, Oma saya di rumah sakit membutuhkan donor darah AB. Bila yang di Jakarta berkenan membantu, sila hub Ibu saya, Ag… 1 day ago
  • RT @melimelibanana: Mau cerita sedikit tentang kenapa kita harus ikut mengawasi aktivitas adik-adik kita yang masih di bawah umur di dunia… 2 days ago
  • @fxmario Konon katanya bisa semingguan 😅 1 week ago
  • RT @depressionnote: depression symptoms ⚠️ • loss of interest in things you liked. • insomnia. • feelings of guilt and worthlessness. • o… 1 week ago
  • @fxmario Gw vaksin hari Kamis kmaren, sampe sekarang masih ngilu-ngilu lucu.. 1 week ago